Menu

APKB Bandung Evaluasi Sistem Pengendalian Internal dan IT Inventory Berikat Bersama DJBC

APKB Bandung Evaluasi Sistem Pengendalian Internal dan IT Inventory Berikat Bersama DJBC

APKB Bandung melaksanakan evaluasi sistem pengendalian internal dan IT Inventory Berikat bersama Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kegiatan ini menempatkan kualitas proses, konsistensi data, dan kesiapan perusahaan sebagai bagian penting dalam pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat.

Evaluasi memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk meninjau kembali apakah prosedur operasional, pencatatan transaksi, dokumen sumber, serta laporan yang dihasilkan sistem telah saling sesuai dan dapat ditelusuri.

Pengendalian internal yang saling terhubung

Pengendalian internal yang baik mencakup pemisahan tugas, pemberian hak akses sesuai kewenangan, persetujuan transaksi, pencatatan perubahan, serta pemeriksaan berkala. Kontrol tersebut perlu diterapkan sejak barang diterima, digunakan dalam produksi, dipindahkan, hingga dikeluarkan.

Hubungan antara dokumen kepabeanan, transaksi gudang, proses produksi, dan pencatatan akuntansi harus dijaga. Dengan demikian, perusahaan dapat menjelaskan asal, penggunaan, saldo, dan pergerakan barang berdasarkan data yang konsisten.

Evaluasi IT Inventory Berikat

IT Inventory bukan hanya aplikasi untuk membuat laporan. Sistem harus mencerminkan proses bisnis aktual, mengolah transaksi secara tepat waktu, menyediakan jejak audit, dan menghasilkan informasi yang dapat digunakan oleh manajemen maupun petugas pengawasan.

Evaluasi perlu mencakup kualitas master data, disiplin input pengguna, integrasi antarbagian, rekonsiliasi stok fisik dengan sistem, pengamanan data, dan prosedur pencadangan. Temuan evaluasi kemudian dapat digunakan untuk menyusun perbaikan yang terukur.

Dukungan AddOn Finance terhadap kesiapan perusahaan

AddOn Finance Indonesia menyediakan ERP dan IT Inventory yang dirancang untuk menghubungkan proses manufaktur, persediaan, keuangan, dan pelaporan kepabeanan. Pendampingan juga mencakup pemetaan proses bisnis, migrasi data, integrasi sistem, dan penyelarasan laporan.

Kegiatan evaluasi seperti ini membantu perusahaan menjadikan kepatuhan sebagai bagian dari proses operasional sehari-hari. Data yang tertib dan sistem yang dapat ditelusuri akan memperkuat kesiapan audit sekaligus mendukung pengambilan keputusan manajemen.

← Kembali ke Berita