Menu

Hubungan ERP dan IT Inventory

Hubungan ERP dan IT Inventory
ERP dan IT Inventory dua Core yang berbeda, tetapi saling melengkapi:
  • ERP mengelola proses bisnis internal.
  • IT Inventory mengubah data ERP menjadi format kepabeanan ( WAJIB )
  • IT Inventory mengirim data ke CEISA 4.0 / INSW.
Kategori Bea Cukai (A-D)
  • Kategori A: ERP + IT Inventory dalam satu sistem (fully integrated).
  • Kategori B: ERP terpisah, IT Inventory terhubung via interface/mirroring.
  • Kategori C: ERP dan IT Inventory berdiri sendiri tanpa integrasi.
  • Kategori D: Manual (tidak direkomendasikan).
Bea Cukai mewajibkan kategori A atau B untuk penerima fasilitas.
( Ini sangat clear tanpa kategori A dan B , semua Fasilitas pabean TIDAK BISA DI NIKMATI )

::Pertanyaan yang sering di tanyakan ::
  • apakah harus satu aplikasi untuk IT inventory
    Secara logic jelas tidak bisa di lakukan,
    karena core ERP dan IT Iventory itu berbeda.
  • Perusahaan  hanya memiliki satu Aplikasi IT Inventory  saja hampir  sulit untuk melakukan aktivitas  kegiatan bisnisnya  
Kalau untuk Perusahaan ingin mendapat Fasilitas , IT INVENTORY itu WAJIB.
lalu apakah IT inventory bisa jalan tanpa ERP
  • Tetap Bisa jalan  secara Normal ,  karena bisa jadi tools merekam data bisa menggunakan software paling pupuler  misal pakai Ms Excel.
tapi kalau pertanyaan di balik, apakah perusahaan yang menerima Fasilitas,
ada ERP  bagus apakah bisa tetap  bisa menikmati Fasilitas misal penanguhan Pajak  ??
kalau tidak Ada IT INVENTORY jawabnya TIDAK BISA MENDAPAT FASILITAS.

:: SATU  SISTEM <> SATU APLIAKSI ( Satu Sistem itu tidak sama DAN Bukan Satu Aplikasi ) ::
Penjelasanya, Satu sistem core besar bisa jadi terdiri dari 1 atau lebih aplikasi , tp tetap satu sistem .
yang terhubung dengan komunikasi H2H ( INI YANG DI SEBUT INTEGRASI ) litas platform .
Dalam  praktenya  bisa jadi perusahaan memiliki beberapa atau puluhan aplikasi dengan banyak platform 
tapi tetap dalam satu sistem yang saling Terintegrasi dan  core sistem yang sama.

:: H2H Apakah harus selalu pakai API ::
H2H tidak harus selalu menggunakan API — tetapi di praktik modern, API adalah cara yang paling aman, stabil, dan direkomendasikan.

H2H (Host‑to‑Host) pada dasarnya adalah mekanisme pertukaran data antar sistem. Cara komunikasinya bisa beberapa jenis:

§  API (REST/JSON, XML) → paling umum, aman, modern

§  File-based integration → CSV/XML yang di-push/pull lewat SFTP

§  Database-to-database → direct query, view, atau stored procedure

§  Message Queue → Kafka, RabbitMQ, MQ Series

§  Socket/Custom Protocol → jarang dipakai sekarang

Kenapa API Lebih Direkomendasikan

  • Keamanan lebih baik (token, HMAC, JWT)

  • Real-time (tidak perlu tunggu file upload)

  • Lebih mudah di-maintain

  • Lebih disukai oleh tim IT karena jelas, terstruktur, dan minim error

  • Sesuai standar integrasi CEISA 4.0

 Kapan Tidak Menggunakan API?

Ada beberapa kondisi di mana integrasi non‑API masih dipakai:

  • Sistem lama (legacy) yang tidak punya API

  • Perusahaan kecil yang hanya bisa kirim file CSV/XML

  • Integrasi batch harian yang tidak butuh real-time

  • Koneksi internet tidak stabil sehingga lebih aman pakai SFTP

Tetap bisa, tetapi lebih rumit, lebih lambat, dan lebih rawan error

← Kembali ke Berita